banner 1028x250

Bejat! Kakak Ipar di Sulbar Ini Tega Cabuli Korban Hingga Berkali-kali

banner 468x60

KILASKATA.COM, SULBAR – Pria berinisial Z (42) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), diamankan polisi setelah dilaporkan melakukan dugaan pelecehan seksual terhadap adik iparnya inisial M (20).

Pelaku melancarkan aksi bejatnya saat kondisi di rumah korban sedang sepi.

“Pelaku melakukan pencabulan dengan cara meraba payudara dan kemaluan korban,” kata Kasat Reskrim Polres Mamasa Iptu Hamring kepada wartawan, Sabtu (11/2/2023) dikutip dari detiksulsel.

Perbuatan Z terungkap dari laporan salah satu keluarga korban ke Polres Mamasa, Kamis (9/2).

Atas laporan tersebut polisi lalu menangkap pelaku di rumah kerabatnya, di Desa Orobua Selatan, Kecamatan Sesena Padang, Mamasa di hari yang sama sekira pukul 22.30 Wita.

“Setelah personil mendapatkan informasi, langsung mendatangi tempat keberadaan terduga pelaku tersebut yang saat itu sedang berada di rumah saudaranya,” ungkap Hamring.

Berdasarkan keterangan korban dan pelaku, terungkap tindak pelecehan ini telah terjadi berulang kali. Aksi bejat pelaku terjadi sejak korban masih duduk di bangku kelas 1 SMP.

“Menurut pengakuan korban bahwa sejak SMP (dicabuli) dan tersangka Z sudah 5 kali melakukan pencabulan,” terang Hamring.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Pelayanan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Polres Mamasa Aipda Arman menyebut, lokasi pelecehan seksual terhadap korban terjadi pada sejumlah tempat.

“Dilakukan pada beberapa tempat di kampungnya, di rumahnya, rumah keluarganya, saat sepi,” ujar Arman melalui sambungan telepon, Sabtu (11/2).

Arman menduga, tindak pelecehan ini baru disampaikan korban kepada keluarganya karena sudah tidak tahan dengan perlakuan pelaku.

“Mungkin selama ini tidak dilaporkan karena korban masih berpikir dia (pelaku) adalah kakak iparnya, karena sudah tidak tahan akhirnya baru dilaporkan,” tuturnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini pelaku diamankan di Polres Mamasa. Dia dijerat menggunakan pasal 289 KUHP.

“Pasal yang dipersangkakan adalah pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” tutup Arman.

Sumber: (detiksulsel)

Leave a Reply