banner 1028x250

Mahkamah Agung “Nyerah” Hapus Gerombolan Makelar Kasus

banner 468x60

KILASKATA.COM, JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) mengakui angkat tangan untuk menghapus makelar perkara yang dilakukan oleh aparatnya.

Sementara, dari data survey indeks integritas nasional yang digelar KPK ada potensi 17,28% aparatur MA menimbulkan masalah.

Jelang akhir tahun 2022 citra Mahkamah Agung ternodai oleh sejumlah ulah makelar kasus (markus). Dalam kurun waktu empat bulan, sudah dua hakim agung ditangkap KPK. Diawali dengan penangkapan Sudrajat Dimyati pada September 2022, lalu Gazalba Saleh pada 8 Desember 2022.

Dikutip dari mediaindonesia.com pihak MA mengakui tidak memiliki kemampuan mengawasi aparatnya sendiri.

Itu karena MA tidak memiliki kewenangan atau kuasa menyadap aparaturnya. Wakil Ketua MA Sunarto mengatakan MA seperti menyeberangi selat sunda tapi tidak  dikasih pelampung.

“Bagaimana kami menyebrangi Selat Sunda, tetapi tidak dikasih pelampung, sementara ombaknya segitu,” Sunarto dalam laman mediaindonesia.com edisi 9 Desember 2022

Sunarto menambahkan, MA angkat tangan untuk menghilangkan markus karena lebih pintar.

Menurut data yang dihimpun dari laman mediaindonesia.com, potensi aparat MA yang nakal sebanyak 17,28%. Oleh karena itu KPK belum berhenti mengejar markus. Bahkan tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka yang akan ditangkap mengenai pengurusan perkara di MA. (kls/me)

Leave a Reply