banner 1028x250

PT. Pelindo Parepare Terlantarkan Penumpang Kapal, Unsur Pimpinan DPRD: Itu Merusak Nama Baik Pemerintah Pusat

banner 468x60

KILASKATA.COM, PAREPARE – Wakil Ketua II DPRD Parepare, Rahmat Sjamsu Alam menanggapi buruknya sistem pelayanan dari perusahaan plat merah PT. Pelindo di Terminal Pelabuhan Nusantara.

Legislator Partai Demokrat itu menilai, pihak PT Pelindo Parepare harus peka terhadap apa yang menjadi sorotan dan keluhan masyarakat pengguna jasa Pelabuhan terutama penumpang kapal.

“Kami sayangkan adanya penumpang kapal terlantar tidak menikmati fasilitas di terminal pelabuhan Parepare. Kami harap PT Pelindo benahi sistem pelayanannya,” ucap Rahmat Sjamsu Alam. (14/5/2023)

Menurut Legislator dua periode itu, PT Pelindo sebagai utusan Kementerian BUMN atau pemerintah pusat berkewajiban memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Jangan kan berbayar, yang tidak berbayar saja lembaga pemerintah berkewajiban memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ya, kita prihatin lah ada kejadian kemarin banyak penumpang terlantar,” kata Rahmat Sjam.

Rahmat Sjamsu Alam berharap pihak PT. Pelindo membenahi pelayanannya. Dia khawatir jika keluhan masyarakat pengguna jasa pelabuhan itu diabaikan maka bisa menjatuhkan citra pemerintah pusat di daerah.

“Saya rasa pihak Kementerian yang membawahi PT Pelindo ini harus merespons demi memperbaiki pelayanannya. Kalau jenis pelayanannya seperti itu dibiarkan bisa merusak nama baik pemerintah pusat di daerah khsusnya di Parepare,” ungkap Ketua HIKMA Parepare itu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pelayanan oleh PT. Pelindo Parepare di terminal Pelabuhan Nusantara dikeluhkan sebagian besar pengguna jasa, terutama calon penumpang.

Fasilitas ruang tunggu yang ada di terminal pelabuhan tersebut tidak difungsikan secara maksimal.

Akibatnya, para penumpang terlantar kepanasan di siang hari, dan kedinginan pada malam hari. Penumpang dan barang mereka menumpuk di luar area terminal tersebut.

Salah satu calon penumpang, MY mengaku mengalami langsung kondisi sulit itu. Dia merasa sedih pihak otoritas pelabuhan tidak peduli atas kondisinya dan penumpang lain.

Padahal, kata dia, sudah mengeluarkan biaya puluhan ribu rupiah bayar pass masuk Pelabuhan di luar dari harga tiket Kapal.

“Ruang tunggu ditutup rapat oleh petugas. Semestinya di buka karena kami sudah bayar biaya pass. Fasilitas WC umum areal pelabuhan hanya satu yang difungsikan. Laki-laki/perempuan calon penumpang bercampur,” tuturnya.

Dia mengungkapkan petugas baru membuka pintu masuk ruang tunggu tersebut setelah kapal mulai sandar di Dermaga.

“Baru dibuka setelah kapal sandar di dermaga sesuai jadwal keberangkatan kapal. Kepanasan kita penumpang pak kalau siang hari,” tuturnya.

Di konfirmasi perihal persoalan tersebut, General Manager PT. Pelindo Parepare, Sardi ST mengatakan pihaknya baru akan turun mempertanyakan hal itu ke anak buahnya di lapangan. Namun, pihaknya sendiri menyayangkan kondisi itu.

“Terima kasih info ta. Sy tanyakan dulu orang di lapangan. Harusnya kalo ada kapal berangkat terminal harus dibuka,” tulis Sardi via WhatsApp miliknya. (k13/kls**)

Leave a Reply