banner 1028x250

Wali Kota Taufan Pawe Buka Konsultasi Publik Rancangan RPD tahun 2024-2026

banner 468x60

KILASKATA.COM, PAREPARE – Wali Kota Parepare Taufan Pawe membuka pelaksanaan konsultasi publik rancangan RPD Kota Parepare tahun 2024-2026 di Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare. Senin, 20/2/2023.

Hadir Sekretaris Daerah Kota Parepare, para asisten, para staf ahli, para Kepala SKPD, lurah dan camat se Kota Parepare.

Dalam sambutannya, Wali Kota Parepare Taufan Pawe mengatakan bahwa masa berlaku Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Parepare Tahun 2018-2023 akan berakhir pada tahun 2023, sehingga, kata dia dibutuhkan dokumen RPJMD yang baru untuk pedoman penyusunan RKPD, KUA-PPAS dan APBD.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Taufan mengungkapkan bahwa berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Diktum Kesatu huruf c Instruksi Menteri Nomor 52 Tahun 2022 tentang penyusunan dokumen perencanaan pembangunan bagi daerah dengan masa jabatan Kepala Daerah berakhir pada tahun 2023 dan daerah otonomi baru, maka Kepala Daerah perlu menyusun dokumen Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Tahun 2024-2026 dan memerintahkan seluruh Kepala Perangkat Daerah untuk menyusun Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah Tahun 2024-2026.

“Forum Konsultasi Publik Rancangan RPD Kota Parepare Tahun 2024-2026 bertujuan untuk masukan dan saran penyempurnaan Rancangan RPD Tahun 2024-2026 dari seluruh stakeholders pembangunan daerah,” ucap Taufan.

Ketua DPD I Golkar Sulsel ini menjelaskan bahwa Forum Konsultasi Publik Rancangan RPD Kota Parepare Tahun 2024-2026 merupakan Forum yang sangat penting untuk mendiskusikan isu-isu strategis dan permasalahan pembangunan daerah serta prioritas pembangunan daerah yang akan dilaksanakan tahun 2024-2026.

Selanjutnya, kata dia rancangan RPD Tahun 2024-2026 akan disempurnakan berdasarkan berita acara kesepakatan Forum Konsultasi Publik menjadi rancangan akhir RPD, sebelum ditetapkan oleh Walikota menjadi RPD Kota Parepare Tahun 2024-2026.

“Penyusunan RPD tahun 2024-2026 perlu memperhatikan keberlanjutan pembangunan Kota parepare. Hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai pada periode sebelumnya harus terus dilanjutkan. Jika masih ada ditemukan kekurangan dan permasalahan maka perlu dilakukan Langkah-langkah solutif untuk mengatasinya melalui berbagai inovasi pembangunan daerah,” jelasnya.

“Hasil-hasil pembangunan harus dapat dirasakan oleh semua warga masyarakat. Tidak boleh ada satupun individu yang tertinggal, terlupakan ataupun tidak menikmati hasil dari pembangunan daerah yang telah dilaksanakan,” paparnya.

Taufan mengemukakan bahwa penyusunan RPD Tahun 2024-2026 dan Renstra SKPD Tahun 2024-2026 harus disusun secara sungguh-sungguh dengan memperhatikan segala potensi sumber daya yang dimiliki dengan mempertimbangkan berbagai permasalahan pembangunan yang dihadapi dan isu-isu strategis daerah.

“Saya instruksikan kepada seluruh Kepala SKPD untuk senantiasa meningkatkan sinergitas, koordinasi dan kolaborasi antar SKPD untuk dapat mengidentifikasi dengan tepat permasalahan-permasalahan pembangunan yang masih dihadapi dan semakin kompleks, serta memberikan solusi yang inovatif terhadap permasalahan tersebut,” tandas Taufan. (k13/kls/**)

Leave a Reply